14 Feb 2010

Persiapan Ujian pengantar praktik

Disampaikan Oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada hari senin tgl 15 Februari 2010 Dinas Kesehatan Bidang PSDMK dan Promkes Seksi Pengembangan Sumber Daya Kesehatan menyiapkan hal hal yang berkenaan dengan ujian pengantar praktik bagi insititusi pendidikan kesehatan menengah ( SMK/SPK ) khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat hanya 1 institusi yang ikut pola dengan BPPSDM yakni SMK Yarsi.
SMK mempunyai pilihan untuk ujian yakni ujian nasional dengan leading sektornya adalah Diknas dan uji kompetensi profesi dengan leading sektor Kesehatan, Depkes dalam BPPSDM mengeluarkan sertifikat yakni sertifikat kompetensi keahlian keperawatan. Untuk uji pengantar praktik tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia yakni pada hari selasa tgl 16 Februari 2010, hal yang dimaksud agar memudahkan pemantauan dan mwenghindari hal hal yang tidak diinginkan .. khusus untuk yarsi hanya 112 peserta didik yang mengikuti ujian dimaksud

17 Jan 2010

Standart Kompetensi

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada tgl 16 Januari , hari Sabtu Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengadakan rapat koordinasi tentang persiapan pembentukan wadah independen yang menaungi kompetensi tenaga kesehatan antara lain Bidan,Perawat dan Farmasi yang dihadiri oleh staf ahli Gubernur, kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Institusi pendidikan Kesehatan ( Prodi/Jurusan) bidan ,perawat, dan farmasi dengan total undangan sebanyak 35 peserta.
Hal tersebut sangat penting untuk dibentuk dengan mempeetimbangkan permaslahan yang ada di Provinsi NTB antara lain masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, kematian bayi, mutu tenaga kesehatan masih dirasa kurang memadahi. adapun tujuan dari pembentukan wadah dimaksud untuk peningkatan mutu tenaga kesehatan agar lebih profesional dan bermutu dan berdaya saing. Untuk kedepan bahwa wadah yang dimaksud ( Berupa majelis, badan, dan atau yanglain ) membantu organisasi Pemda setempat seperti Badan kepegawaian untuk menyeleksi kualitas dan kelayakan untuk dijadikan pertimbangan perekrutan sebagai CPNS baik untuk Provinsi maupun Kabupaten/Kota khususnya di NTB.
Wadah yang akan dibentuk dengan Pergub atau SK Gub dengan melibatkan lintas sektor terkait dan semoga tidak terlalu lama karena tuntutan sudah mendesak

14 Des 2009

Profil data SDM Kesehatan Provinsi NTB

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,MKes

Pada tanggal 14 sd 15 Desember 2009 acara pertemuan pemutahiran data profil PPSDMK yang diikuti oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan bagian data kepegawaian di Hotel lombok Garden. dan menurut rencana siang ini akan dutuup sesuai dengan agenda acara pertemuan. masing masing Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengisi format 1 sd 38 yang intinya informasi SDM baik di DInas Kesehatan maupun di tempat pelayanan pemerintah dan atau swasta
hal ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran tentang kekuatan dan kelemahan SDM kesehatan khususnya di Provinsi NTB.
Sejalan dengan program 100 hari Menkes bahwa SDM menjadi program pokok sampai dengan bulan januari 2010 ( Distribusi tenaga kesehatan di daerah terpencil perbatasan dan kepulauan ) .
Untuk Provinsi NTB tidak masuk dalam DTPK akan tetapi dimasukkan dalam daerah yang kurang diminati hal tersebut sudah dissampaikan oleh Kadikes Provinsi saat menerima tamu selamat datang peserta pertemuan evalausi PPSDM seluruh Indonesia pada tgl 10 sd 11 Desember yang lalu.
Semoga pertemuan profil SDM dapat terwujud sesuai dengan rencana amin

2 Des 2009

DIKLAT BIDAN POSKESDES

Disampaikan oleh Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada tanggal 30 Nopember sd 12 Desember 2009 di BPTK Provinsi Nusa Tenggara Barat telah diadakan Diklat Bidan Poskesdes bagi bidan Desa sebanyak 150 bidan dengan rincian sbb : angkatan I dan II sebanyak 60 Bidan desa ( 30 Nopember sd 5 Desember 2009 ) terbagi dalam 2 klas secara pararel dengan sumber dana dari APBN PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB . Untuk Angkatan III,IV,dan V akan dilaksanakaan pada tgl 07 Desember sd 12 Desember 2009 dengan jumlah sasaran sebanyak 90 bidan dengan sumber dana dari Binkesmas Pusat yang diserahkan kje BPTK Provinsi NTB sesuai dengan kesepakatan dan MOU pada saat pertemuan di Bandung anatara Pusat dengan BPTK Provinsi NTB.
Sampai saat sekarang jumlah bidan yang sudha dilatih untuk Poskesdes sebanyak 711 bidan, sedangkan jumlah desa yang ada di wilayah NTB sebanyak kurang lebih 911 desa artinya masih ada desa yang belum ada bidan yang dilatih sebanyak 200 untuk memenuhi hal tersebut Provinsi melatih sebanyak 60 bidan dan 90 bidan = 150 bidan desa jadi masih ada kurang lebih 50 bidan lagi yang perlu dilatih untuk tahun 2010a,akan tetapi berdasarkan data yang ada jumlah bidan yang belum dilatih yang menyebar di seluruh Kabupaten /Kota hanya 153 bidan.
maka untuk memenuhi desa yang ada harus ada bidan maka masih butuh lagi bidan sebanyak 53 bidan. Mudah mudahan th 2010 akan terpenuhi jumlah bidan yang akan dilatih untu poskesdes untuk memenuhi syarat sebagai desa siaga 100 % desa siaga th 1010.

6 Nov 2009

Diklat Manajemen Puskesmas di Mataram

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada hari senin tgl 2 sd 7 Nopember 2009 telah diadakan diklat manajemen puskesmas di hotel Lombok Raya yang diikuti oleh 50 peserta dari Puskesmas se NTB dengan pembagian 2klas. materi pembelajaran antara lain : kebijakan umum dan landasan hukum puskesmas, minilok, perencanaan, tim kerja dan penilaian kinerja . materi diberikan oleh fasilitator yang sudah pernah dilatih di jakarta dan melibatkan fasilitator kabupaten dan kota yang sudah pernah dilatih di Provinsi. dalam proses pembelajaran ada teori praktek dan lapangan , adapun kunjungan lapangan dilaksanakan di Puskesmas Kuripan dan Sedau untuk melihat implementasi dari hasil pelatihan sebelumnya.
Harapan untuk Diklat tersebut yaitu meningkatkan kinerja puskesmas sehingga sarana kesehatan di tingkat kecamatan ini merupakan sarana pelayanan kesehatan yang komprehensif yang didukung oleh SDM yang profesional

23 Sep 2009

D IV mitra spesialis kesenatan

Diterbitkan oleh :
Gatot Soesanto,SKM.M.Kes

Kami ucapkan selamat bagi peserta tugas belajar D IV Mitra Spesialis kesehatan dari Provinsi NTB sebanyak 7 peserta yang akan menempuh pendidikan di berbagai Poltekkes di seluruh Indonesia , semoga selama menempuh pendidikan tidak mengalami hambatan dan kesulitan dan tepat waktu untuk menyelesaikan pendidikan selama kurang lebih 1 tahun.
nantinya para lulusan D IV mitra spesialis akan ditempatkan di tempat pelayanan kesehatan terutama di Puskesamas rawat atau di RS yang ada di Kab/Kota atau di Provinsi NTB yang akan mendapingi para spesialis dokter sesuai dengan jurusan ( bedah, gawat darurat, analis, anastesi )
Perkuliahan akan dilaksanakan pada awal oktober 2009 secara serentak di masing masing poltekkes.

18 Sep 2009

Fasiltitasi PPDS dan PPDGS

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM.Mkes

Pada tgl 16 September 2009 hari rabu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB memfasilitasi sosialisasi dan pengisian formulir bagi para peserta dokter dan dokter gigi yang mau tugas belajar ke Spesialis yang dihadiri oleh Bapak Drs Abulrahman MPH ( kepala Pusat Rengun PPSDM ).
Sedianya diikuti oleh 67 dan 5 susulan dari Loteng akan tetapi yang datang dan mendaftar pada saat pengisian formulir hanya 52 peserta yang sisanya mengundurkan diri dikarenakan belum siap waktu dan status pegawai di daerah.
Acara pengisian dilakukan sampai siang hari namun masih ada yang belum siap ,maka ada kebijakan dari pusat bahwa bisa disusul sampai tgl 17 september pukul 12.00 wita di tempat penginapan karena tgl 17 sudah kembali ke jakarta.
Sehubungan dengan jumlah peminat dari Provinsi NTB cukup besar, maka kami mohon kepada Pusat PPSDMK untuk bisa mengakomodir lebih banyak dikarenakan dokter spesialis di NTB masih dirasa masih kurang terutama 4 dasar.

13 Sep 2009

Uji Kompetensi tenaga kesehatan

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes

Pada tgl 8 sd 12 September 2009 team dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB melakukan studi banding ke Dinas Kesehatan Jogyakarta tentang uji kompetensi bagi tenaga kesehatan ( 2 hari ) dan dilanjutkan perjalanan ke BPPSDMK dan GTZ epos. Uji kompetnsi yang ditrapkan di Jogya yakni untuk bidan, perawat, analis dan dokter dengan wadah yakni BAdan mutu pelayanan Kesehatan dengan SK Gubernur th 2004 dengan melibatkan organisasi profesi kesehatan dan pihak institusi pendidikan kesehatan. dalam pemebentukan badan tersebut memerlukan waktu selama kurang lebih 3 th ( mulai merintis th 2001 ) dengan bantuan bank dunia.
Hasil kunjungan lapangan di jogya kita konsultasikan ke BPPSDM dan GTZ epos dan mendapat respon cukup baik karena permasalahan di NTB khususnya bidang kesehatan yakni mutu SDM kesehatan, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayana kesehatan dengan mengedepankan kualitas SDM kesehatan agar pelayanan lebih prima.
Untuk NTB akan merintis untuk uji kompetensi SDM kesehatan dengan menggunakan wadah dengan SK Gubenrur dengan meilibatkan Lintas sektor dan organisasi profesi yang ada. dan dihajatkan untuk lebih komprehensip misalnya hasil uji kompetnsi tersebut bisa dijadikan sebagai sertifikasi calon tenaga siap pakai termasuk akan menjadi syarat PNS dsb.
Semoga niat baik dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB akan mendapat dukungan dari segala pihak yang berkepentingan.

Uji Kompetensi tenaga kesehatan

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes