27 Mar 2009

Ujian Praktek Kejuruan SPK

Diterbitkan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes


Pada tanggal 17 Maret 2009, hari selasa di SPK Yarsi telah mengadakan ujian praktek kejuruan dengan diikuiti sebanyak 95 siswa ( kegiatan ujian tersebut serentak dilaksanakan di seluruh indonesia khususnya di sekolah menengah kejuuran kesehatan ) , dan tidak hadir sebanyak 3 orang dengan 2 orang karena sakit, dan 1 orang tanpa keterangan. adapun soal ujian praktek tersebut berasal dari PPSDM dengan jumlah soal sebanyak 40 soal, dan setelah dikoreksi secara keseluruhan maka semua siswa yang mengikuti ujian dinyatakan lulus semua yakni 94 siswa ( 100 % ) dengan nilai minimal 65 (atau minimal nilai sebesar 7 untuk praktek dan nilai 4 untuk ujian tulis ). dan ujian tulis akan dilaksanakan pada tanggal 4 april 2009

8 Mar 2009

Diklat Peningkatan Capasitas Aparatur Pelaksana

Diterbitkan oleh :
Gatot Soesanto,SKM.MKes


Pada tanggal 23 Februari sd 28 Februari 2009 ada kegiatan Diklat Peningkatan Kapasistas Aparatur Kerjasama Daerah di Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat yang diikuti oleh kurang lebih 30 peserta dengan melibatkan semua SKPD yang ada di Propinsi NTB
dan salah peserta dari diklat tersebut adalah seksi PSDK ( gatot soesanto ).
Adapun tujuan dari dilat tersebut adalah antara lain SKPD yang ada di Propinsi NTB diharapkan lebih inovatif dengan pola kerja sama dengan lintas sektor baik di Pusat di Propinsi maupun di Kabupaten/Kota ( sektor pemerintah mauopun swasta ) yang dimaksudkan untuk percepatan pembangunan khususnya di wilayah NTB, dengan mengimplemnatasikan MOU atau MOA agar lebih terpantau dan lebih sinergis.

10 Feb 2009

Kajian lulusan Poltekkes

Diterbitkan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes
Pada Hari Selasa tanggal 10 Februari 2009 bertempat di Ruang Direktur Poltekkes Mataram
telah rapat koordinasi tentang kajian analisa hasil dari studi yang dilaksanakan Epoz HRD GTZ bagi lulusan poltekkes yang baru mendapatkan tugas sebagai PNS di Tempat pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas dan Pustu.
ada hasil yang cukup mengagetkan kita bahwa ada lulusan dari poltekkes tidak mempunyai standart kompetensi dasar dalam penanganan dan pelayanan kesehatan ( penatalaksaan penyakit diare ) hal ini sangat disayangkan dikarenakan standart minimal untuk penatalaksanaan penyakit menular harus bisa karena penyakit tersebut banyak terjadi NTB
tentunya hal ini menjadi masukakkan bagi kami baik di Institusi pendidikan dan DinasKesehatan dalam hal ini PSDMK.
Pertemuan ini dihadiri oleh unsur dari Poltekkes, GTZ epoz, DInas kesehatan Provinsi NTB dan dari Organisasi Profesi Bidan dan perawat.
sehubungan dengan informasi tersebut pihak Epoz GTZ HRD akan membantu dalam peningkatan kemampuan bagi dosen maupun clinical instrukture baik di RS maupun di Puskesmas sebagai tempat lahan praktek mahasiswa akper dan akbid Poltekkes Mataram
semoga pertemuan ini bisa membuka pintu sebagai jalan untuk meningkatkan SDM bidang kesehatan, semoga Allah Tuhan yang maha kuasa memberkati umatnya yang mempunyai etikat dan niat yang baik ini amin

11 Jan 2009

Desa Siaga di Propinsi NTB

Diterbitkan oleh
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes
Pada hari senin tanggal 12 Januari 2009 bertempat di Hotel Jaya Karta Senggigi Dinas Kesehatan Propinsi NTB mengadaakan pertemuan rapat koordinasi tentang Pelaksanaan Desa Siaga ( review dan strategi percepatan pembentukan serta pengembangan Desa siaga )
pada saat ini jumlah desa siaga sd desember 2008 sebanyak 714 desa secara komulatif `( dalam tatanan penyiapan tenaga ) denganrincian sbb : 10 Desi th 2006 ( swadana ), dikalt bidan 500 orang th 2007, 24 swadana khusus KSB ( th 2006 ) , 180 diklat bidan ( realisasi 177 bidan th 2008.
Jumlah Desa di Wilyah NTB sebanyak 888 desa dan jumlah bidan sebnyak 711 bidan dan Jumlah Puskesmas sebanyak 142 buah dan jumlah kecamatan sebanyak 116 buah.
Kalau dilihat dari jumlah bidan yang ada hanya 711 bidan desa maka masih ada kekurangan bidan sebanyak 888 - 711 = 177 pada tahun 2009. dan menurut rencana pada tahun 2009 jumlah diklat bidan sebanyak 200 bidan ( 888-714+3( sisa th 2008) + 23 ( tambahan desa ekspose staf ahli Gub)
total bidan yang sudah diklat Desi = 10 ( swadana th 06 ) + 500 ( th 2007 ) +177 th 2008 )=687
orang, maka bidan yang ada dan belum dilatih sebanyak 711 - 687= 24 bidan, padahal jumlah bidan yang ideal ialah jumlah desi harus ada bidan desa sebanyak 888, maka jumlah bidan yang harus diangkat ( PTT dan atau SPNS ) sebanyak = 888- 711= 177 , dan sisa bidan yang ada dan belum dilatih = 711-687 = 24 orang
Untuk tahun 2009 masih dalam tahap pembentukan dan pengembangan desi sampai 100 %
( 888 desi )
Sedangkan untuk kader yang akan dilatih sebanyak = 2664 (888X3 ) - 900 ( 300x3)- 72 ( 24 ksbX3) - 30 swadana ( 10x3 )= 1764 ( 888-300x3).
Rapat koordinasi dihadiri oleh Seluruh Kabid dan Kepala seksi dan pihak penhandang dana DHS2

disampaikan oleh gatotsntb@yahoo.co.id

4 Jan 2009

Pembahasan Laporan kinerja

Diterbitkan oleh
Gatot Soesanto,SKM.M.Kes
Pada tanggal 2 sd 4 Januari 2009 di Hotel Holiday Resort Senggigi Lombok Barat Dinas Kesehatan Propinsi NTB telah melakukan pembahasan tentang laporan tahunan lengkap tahun 2008 dengan kajian analisa ( termasuk kajian sumber pendanaan ) yang berasal dari APBD Dekon dan Donatur Eksternal Agency yang ada di NTB
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Porpinsi NTB , beberapa kepala Bidang dan kepala seksi serta staf yang ditunjuk dan yang ikut monev terpadu.
pertemuan ini menghasilkan rumusan draft sistimatika penulisan, isi laporan berdasarkan indikator yang sudah disepakati SPM nasional dan SPM lokal.
Selain membicarakan tentang laporan juga dibahas tentang kegiatan fokus yang akan dijadikan sebagai bahan pendapingan perencanaan kab/kota untuk tahun 2009

21 Des 2008

Penyempurnaan pedoman rencana dan monev

Diterbitkan oleh :

Gatot Soesanto,SKM,M.Kes


Pada tanggal 17 Desember sd 20 Desember 2008 tim Dinas Kesehatan Propinsi NTB melakukan perbaikan tentang panduan perencanaan dan monev terpadu bidang kesehatan bersama sama dengan Propinsi NTT yang dilaksanakan di Depkes RI Jakarta Lt 9 dan 8. Pada tanggal 19 Desember 2008 telah dilaksanakan ekspose hasil panduan tersebut di Lt 8 ruang 815 yang dihadiri oleh Direktur KIA dan linats program lain seperti dari Binkeamas, PPSDM, Roren, dan komonitas Depkes dari pemaparan tersebut ada beberapa masukan untuk perbaikan dalam penerapan panduan perncanaan dan monev terpadu bidang kesehatan yang nantinya dijadikan sebagai penduan bersama oleh NTB dan NTT, Adapun tim dari NTB terdiri dari : dr IGNK Parpisa, Gatot Soesanto,SKM.M.Kes, I Made Suadnya,SKM.M.Kes, Wahyudi SKM,Msi, Ida Ayu Kartini, dan dari utussan GTZ mataram ( Laxmi ).

muidah mudahan panduan ini bisa selesai dengan tepat waktu sehingga bisa dijadikan acuan untuk pelaksnaan tahun berikutnya yakni tahun 2009.

Rakerkesda Propinsi NTB


Diterbitkan oleh :

Gatot Soesanto,SKM,M.Kes


Pada hari selasa tangggal 16 Desember 2008 tepatnya di Hotel lombok Raya telah berlangsung Rakerkesda Propinsi NTB yang diikuti oleh Kadikes Kab/Kota se NTB, Kepala Bappeda Kab/Kota, Direktur RS se NTB, dan lintas sektor terkait di tingkat Propinsi NTB.

Rakerkesda ini dibuka oleh Menkes RI dan didampingi oleh Gubernur serta Wagub dan Sekda

dengan diawali ekspoese dari Menkes tentang evaluasi pembanbangunan kesehatan seluruh Propinsi dengan inikator indikator yang spesifik , dan kesan dari menkes yakni Propinsi NTB mengalami kemajuan yang begitu pesat akan tetapi hasil riskesdas NTB masih agak ketinggalan bila dibandingkan dengan Propinsi lain, disamping itu menkes berjanji akan mensuport NTB untuk menaikkan IPM terutama kesehatan.

Adapun issue yang mendapat perhatian dan bahan diskusi antara lain : jamkesmas/jamkesda, Monev terpadu, dan Renstra dinas Kesehatan ( 2008 sd 2013 ).

Acara dimaksud dilaksanakan 2 ( dua ) hari efektif


11 Des 2008

Persiapan Rakerkesda II di Propinsi NTB

Disampaikan oleh
Gatot Soesanto,SKM, M.Kes
Pada hari ini hari Kamis tanggal 11 Desember 2008 Dinas Kesehatan Propinsi NTB akan mengadakan Rakerkesda pada tgl 15 sd 17 Desember 2008 yang akan melibatkan Kadikes Kab/Kota dan Direktur RS dan melibatkan Lintassektor antara lain dari Bappeda Kab/kota dan propinsi.
entry point dari rakerkesda yakni antara lain Akino ( Angka kematian ibu melahirkan nol ) dan Abino ( angka kematian bayi nol ) dengan pendekatan strategi antara lain : Pemantpaan draft Renstrada, Monev terpadu, dan Jamkesda( jamminan kesehatan daerah ) kebijkan ini muncul karena jatah atau kuota maskin dari pusat masih kurang, untuk mengantisipasi yankes untuk maskin yang diluar jatah dari pusat , maka daerah telah mempunyai kebijakan untuk mencover dengan pola jamkesda dengan menggunakan dana dari daerah ( APBD )
selain itu harapan jangka panjang antara lain untuk menaikkan IPM dengan memacu pembangunan kesehatan sehingga harapan dari Gubenrur NTB beserta jajarannya bahwa akhir tahun 2013 IPM beranjak ke tingkat lebih tinggi ( dari urutran ke 32 menuju ke tingkat di tengah tengah dari Porpinsi yanga ada di indonesia.
dipostkan oleh gatotsntb@yahoo.co.id

30 Nov 2008

Monev terpadu

Disampaikan oleh :
Gatot Soesanto,SKM,M.Kes
Pada tanggal 27 sd 29 Nopember 2008 Dinas Kesehataan Propinsi NTB dengan tim nya yang terdiri dari unsur pimpinan dan staf melakukan monev terpadu ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat dan 2 puskesmas sebagai uji petik ( pusk kediri dan gerung ).
Monev ini merupakan implementasi dari rencana kegiatan tahun 2007 dengan menggunakan panduan terpadu monev dan indikator SPM nasional dan pennggabungan dari indikator lokal sesuai dengan permaslahan daerah, ada yang agak spesial daalam melakukan monev ini yakni pesiapan monev melibatkan donor ekstrernal egency antara lain GTZ, HKI, UNFPA, PATH, dan unicef, akan tetapi karena sesuatu hal ada beberapa DEA tidak ikut pada kunjungan lapangan.
Kegiatan Monev terapdu ini yang dilakukan di Lombok Barat merupakan uji coba dengan maksud hasil monev ini meruapakan proses pemebelajaran untuk bekal di KAbupaten/Kota lain di Propinsi NTB. dan rencana pelaksanaan Monev di Kabupaten lain akan dilakukan awal Desember sd pertengahan desember, hasil monev akan dirangkum seluruh aktifitas monev.
Disampimng itu tujtuan dan manfaat monev antara lain memcari masukan masukan , menyelesaikan masalah secara bersama , berbagi pengalaman dan sebagai bahan informasi untuk perencanaan tahun berikutnya. dan yang terpenting saling mengisi peran baik perna kabupaten maupun propinsi
wasalam gatotsntb.blogspot.com